Salah satu istilah yang sering terdengar di kalangan
mahasiswa dan dosen tentang gambaran kampus AIIAS adalah seperti sebuah “sorga
di bumi”. Entahlah… apakah ini sebuah penilaian subjektif berlebihan, aku tidak
tahu. Memang yang jelas banyak yang merasa bahwa kampus ini tidak berada di
Asia tapi di salah satu benua Eropa atau Amerika. Hal ini mungkin disebabkan
penataan kampus dan komposisi mahasiswanya yang unik. Ditambah lagi visi misi
serta intelektualitas para mahasiswa dan dosen yang teruji. Walaupun sebenarnya kampus ini sendiri
terletak di pinggir jalan high way Aquinaldo, sekitar 45 km dari ibukota Negara
republik Philipina, Manila.
Kekhasan pertama dari kampusku adalah bahwa sekolah ini dijalankan oleh kantor pusat organisasi Gereja Masehi Advent Hari ketujuh yang berkedudukan di Amerika serikat. Jadi tentunya filosofi pendidikannya sudah pasti berciri religious. Dari antara sekitar lebih 7000 sekolah yang dijalankan oleh gereja ini, tapi ada hanya 5 Universitas yang dijalankan kantor pusat Advent sedunia dan salah satunya adalah AIIAS ini. Keempat Universitas lainnya ada di Amerika utatar. Namun demikian bukan berarti yang belajar disini hanya anggota dari gereja Advent. Aku melihat sendiri banyak yang non Advent, bahkan yang atheis pun ada yang belajar disini. Sepanjang seseorang mengikuti nilai-nilai yang dianut, maka siapa saja boleh belajar disini.
Kekhasan pertama dari kampusku adalah bahwa sekolah ini dijalankan oleh kantor pusat organisasi Gereja Masehi Advent Hari ketujuh yang berkedudukan di Amerika serikat. Jadi tentunya filosofi pendidikannya sudah pasti berciri religious. Dari antara sekitar lebih 7000 sekolah yang dijalankan oleh gereja ini, tapi ada hanya 5 Universitas yang dijalankan kantor pusat Advent sedunia dan salah satunya adalah AIIAS ini. Keempat Universitas lainnya ada di Amerika utatar. Namun demikian bukan berarti yang belajar disini hanya anggota dari gereja Advent. Aku melihat sendiri banyak yang non Advent, bahkan yang atheis pun ada yang belajar disini. Sepanjang seseorang mengikuti nilai-nilai yang dianut, maka siapa saja boleh belajar disini.
AIIAS adalah singkatan dari Adventist International Institute
of Advanced Studies. Kata ‘Advanced’ menggambarkan para mahasiswanya adalah
hanya level program master dan doctor. Tidak ada strata S1 disini. Artinya
kebanyakan dari mereka sudah banyak yang
pernah manager perusahaan, guru, dosen, dekan, rektor dan administrator gereja.
Dan tentu tidak lupa para gembala jemaat yang sudah banyak makan asam garam
dalam penggembalaan. Boleh dikatakan mereka adalah ahli dibidang masing-masing,
sehingga ketika berada di kelas maka berbagai pengalaman dan penerapan dari
berbagai bidang ilmu bisa dibahas ataupun diperdebatkan.
Kemudian kata ‘International’ merupakan gambaran dari para mahasiswa dan dosen yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Menurud rektor mahasiswa dan dosen paling sedikit berasal lebih dari 58 negara. Maka tidak heran berbagai warna kulit serta budaya dari seluruh dunia bisa kita jumpai disini. Orang kulit hitam dari Afrika, kulit putih dari Eropa, Amerika dan Australia. Kulit sawo matang dari Asia tenggara. Nah kalau warna kulit dari Negara Cina, jepang, Korea, Mongolia aku bingung. Apakah putih atau sawo matang. Juga dari India aku bingung, hitamkah, sawo matangkah? Selain warna kulit yang beragam, demikian juga dengan bahasa, pakaian dan budaya merekaa. Masing-masing membawa keunikan tersendiri. Tapi indahnya perbedaan, disatukan dalam kasih kepada kristus. Masing-masing saling menghargai dan menghormati. Beruntung juga ada bahasa Inggris, yang bisa dimengerti oleh hampir semua warga kampus, sehingga komunikasi satu dengan yang lain berjalan lancar.
Kemudian kata ‘International’ merupakan gambaran dari para mahasiswa dan dosen yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Menurud rektor mahasiswa dan dosen paling sedikit berasal lebih dari 58 negara. Maka tidak heran berbagai warna kulit serta budaya dari seluruh dunia bisa kita jumpai disini. Orang kulit hitam dari Afrika, kulit putih dari Eropa, Amerika dan Australia. Kulit sawo matang dari Asia tenggara. Nah kalau warna kulit dari Negara Cina, jepang, Korea, Mongolia aku bingung. Apakah putih atau sawo matang. Juga dari India aku bingung, hitamkah, sawo matangkah? Selain warna kulit yang beragam, demikian juga dengan bahasa, pakaian dan budaya merekaa. Masing-masing membawa keunikan tersendiri. Tapi indahnya perbedaan, disatukan dalam kasih kepada kristus. Masing-masing saling menghargai dan menghormati. Beruntung juga ada bahasa Inggris, yang bisa dimengerti oleh hampir semua warga kampus, sehingga komunikasi satu dengan yang lain berjalan lancar.
Jika anda pertama sekali datang ke kampus AIIAS, sebelum
masuk ke pintu gerbang kampus, maka akan terlihat tembok atau pagar setinggi
kira-kira 2,5 m mengelilingi kampus. Disekeliling tembok itu ditanami pohon
dari jenis ….. nah persis di tembok bagian depan sebelum masuk gate, ada tulisan dengan huruf-huruf
ukuran besar : ADVENTIST INTERNATIONAL
INSTITUTE OF ADVANCED STUDIES DAN GRADUATE AND SEMINARY SCHOOL, sebelah
menyebelah.
Kemudian ketika kita akan memasuki kampus harus melewati portal dan pos security terlebih dulu dimana petugasnya bekerja 24 jam penuh sehari. Disini baru kutahu bahwa satpam pilipina itu memegang senjata api. Setelah melewati portal, maka akan segera terlihat apa yang dibilang orang seperti ‘surga’ itu. Hamparan rumput hijau luas yang senantiasa tertata rapi terlihat di seluruh kampus, cukup memanjakan menenangkan mata. Ditambah dengan berbagai macam kembang dan pohon-pohon yang terutur rapi di sepanjang jalan-jalan kampus. Pertama kali datang, maka decak kagum sering tidak tertahan dan terdengar ucapan,” Wow… wonderful!”
Kemudian ketika kita akan memasuki kampus harus melewati portal dan pos security terlebih dulu dimana petugasnya bekerja 24 jam penuh sehari. Disini baru kutahu bahwa satpam pilipina itu memegang senjata api. Setelah melewati portal, maka akan segera terlihat apa yang dibilang orang seperti ‘surga’ itu. Hamparan rumput hijau luas yang senantiasa tertata rapi terlihat di seluruh kampus, cukup memanjakan menenangkan mata. Ditambah dengan berbagai macam kembang dan pohon-pohon yang terutur rapi di sepanjang jalan-jalan kampus. Pertama kali datang, maka decak kagum sering tidak tertahan dan terdengar ucapan,” Wow… wonderful!”
Memandang ke depan sekilas terlihat bangunan-bangunan cukup
menarik, baik desain maupun mutunya. Namun
bila kita berjalan kedepan sekitar 100 meter, pertama kali kita akan
menemui apa yang disebut dengan ‘bel l tower’. Inilah maskot AIIAS. Ini adalah sebuah desain bangunan dengan 3
kaki, lambang dari keseimbangan antara fisik, mental dan rohani. Dirancang sedemikian
rupa sehingga nyaman untuk berteduh, melepas lelah, tempat diskusi, dll. Dari
bel tower ini, berjalan ke depan sedikit ke arah kanan terdapat bangunan administrasi
dan perpustakaan tiga lantai dengan ruangan ber AC, cukup nyaman untuk membaca.
Buku-bukunya lengkap dan juga dilengkapi dengan IT canggih sehingga kita bisa
terhubung dengan perpustakaan online seluruh duna. Perpustakaan ini merupakan
‘rumah kedua’ bagi para mahasiswa disini.
Persis di sebelah kiri bel tower, terletak gymnasium tempat aktivitas
berolah raga seluruh warga kampus seperti; bola basket , bola volley, badminton, meja
tennis, dll. Di luar gedung ini ada juga lapangan tenis. Tidak jauh dari gymnasium ini terdapat 12
tower apartemen para mahasiswa. Karena rata-rata yang datang belajar adalah
orang-orang yang sudah berkeluarga, maka disini tidak ada asrama. Dan di
sebelah sebelah kanan dari bell tower juga masih akan terdapat dua tower
apartemen untuk para single yang belum menikah.
Ada satu bangunan
yaitu di gedung administasi , yang di ruangan-ruangan bawahnya dipakai
untuk ‘English center’ merupakan tempat pergumulan bagi banyak mahasiswa. Khususnya yang bahasa ibunya bukan bahasa
Inggris,seperti Indonesia, China, Korea, Jepang, Miyammar, dll. Di dalam gedung
juga terdapat apa yang disebut dengan Amphi teather, sebuah ruangan ‘angker’
bagi para mahasiswa yang mau ‘defense’ disertasinya.
Kemudian dari bel tower ini kalau berjalan terus dari gedung perpustakaan, di sebelah belakang akan ada 2 bangunan lagi dan masih bisa terlihat dari maskot AIIAS. Itulah gedung Seminary dan Graduate School. Di sinilah kelas perkuliahan yang cukup menantang terdapat, dimana berkumpul para mahasiswa dan dosen dari berbagai negara. Nah kalau mau coba rasakan perkuliahan yang sesungguhnya, atau uji intelektulitas, bolehlah coba disini. Hal itu banyak disebabkan oleh keterbatasab bahasa Inggris yang tidak selancar native speaker, ditambah lagi dosen-dosen yang berasal dari berbagai negara seluruh dunia, tamatan universitas terkemuka dan dengan standar mutu pendidikan Amerika Serikat. Namuntentunya hal ini akan membuat dan memampukan para untuk mahasiswa mengembangkan segala potensi akademiknya. Satu hal lain yang cukup menarik, karena gedung ini bentuknya empat persegi panjang, ditengah-tengahnya dibangun sebuah kolam hias. Setelah lelah kuliah maka bisa istirahat memandangi ikan-ikan hias yang lumayan banyak dan besar.
Sebuah bangunan menonjol lainya adalah gereja
AIIAS. Menurud saya desainya cukup rumit, lantainya batu marmer. Bangunan ini
terletak disebelah kanan gedung seminari. Hal yang lain adalah
Disebelah kanan terdapat gedung graduate terdapat lapangan sepakbola.
Lumayan bagus! Dan dekat lapangan ini terdapat juga sebuah sekolah untuk
anak-anak mahasiswa maupuh dosen. Berjalan terus agak jauh ke belakang gedung Seminary atau Graduate
School, kita akan bertemu dengan rumah-rumah para dosen dan staff fakultas.
Demkianlah kampus tempat belajarku ini, semoga Tuhan menyertai dan
perkuliahankupun lancar.
Kemudian dari bel tower ini kalau berjalan terus dari gedung perpustakaan, di sebelah belakang akan ada 2 bangunan lagi dan masih bisa terlihat dari maskot AIIAS. Itulah gedung Seminary dan Graduate School. Di sinilah kelas perkuliahan yang cukup menantang terdapat, dimana berkumpul para mahasiswa dan dosen dari berbagai negara. Nah kalau mau coba rasakan perkuliahan yang sesungguhnya, atau uji intelektulitas, bolehlah coba disini. Hal itu banyak disebabkan oleh keterbatasab bahasa Inggris yang tidak selancar native speaker, ditambah lagi dosen-dosen yang berasal dari berbagai negara seluruh dunia, tamatan universitas terkemuka dan dengan standar mutu pendidikan Amerika Serikat. Namuntentunya hal ini akan membuat dan memampukan para untuk mahasiswa mengembangkan segala potensi akademiknya. Satu hal lain yang cukup menarik, karena gedung ini bentuknya empat persegi panjang, ditengah-tengahnya dibangun sebuah kolam hias. Setelah lelah kuliah maka bisa istirahat memandangi ikan-ikan hias yang lumayan banyak dan besar.
