Tuesday, March 17, 2015

PENGAHARAPAN TERBESAR ALAM SEMESTA



Apakah artinya hidup kita tanpa sebuah harapan akan sesuatu dimasa depan? Apalah arti hidup ini bagi seseorang yang sudah tidak punya pengharapan? Pengarapan adalah kata ajaib sesungguhnya. Kata ini dapat memberikan kekuatan dan kebahagian kepada banyak orang dalam segala sesuatu. Namun demikian kerinduan dan pengharapan tiap-tiap orang berbeda-beda.  Waktu kecil dulu, kuingat pengharapan terbesarku adalah dapat uang jajan setiap hari Minggu. Waktu itu zaman masih susah, ekonomi tidak jalan. Setidaknya itu yang kurasa dan kunilai dalam persfektif sekarang. Setelah remaja dan pemuda bertemu dengan pacar adalah kerinduan yang membahagiakan sekaligus menyiksa. Berharap dapat lihat wajahnya, itu sudah lebih dari cukup. Kalau orangtua mungkin pengharapan terbesarnya adalah melihat anak-anak bertumbuh sehat, berrhasil sekolah, menikah dan punya cucu. Orangtua memiliki harapan besar bagi anak-anaknya untuk bisa membuat mereka senang di masa tua.
Namun dari sudut pandang Alkitab, pengharapan terbesar semua manusia bahkan alam semesta adalah bila waktu pernikahan antara anak domba (Yesus Kristus) dan tunanganNya (pengikutnya) telah tiba. Hal ini jelas terlihat dalam buku wahyu, kitab terakhir dari Alkitab. Ternyata TUHAN rindu dan berharap bertemu dengan tunannganNya, yaitu gereja. Gereja itu dilambangkan dengan perempuan suci.  Itu sebabnya dalam Alkitab, gereja bukanlah berbicara tentang organisasi atau tentang bangunan gedung, tetapi sekumpulan orang-orang yang percaya kepada penebusan Kristus. Percaya kepada Dia sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menjadi Juruselamat. Percaya kepada darahNya yang tertumpah di Golgota, di kayu salib demi manusia yang telah jatuh dalam dosa. Perempuan suci berarti bahwa mereka harus memiliki tabiat yang suci dihadapan Allah.
Namun sayangnya rencana pernikahan Allah dengan tunanganNya tidak diketahui oleh semua manusia, bahkan diantara mereka yang mengaku sebagai Kristen pun. Entah karena apa! Aku teringat, beberapa tahun lalu ketika sedang  berkunjung ke rumah teman di Sumatera Utara. Seorang ibu bertanya kepadaku, “benarkah Yesus akan datang lagi, adakah tertulis dalam Alkitab”?. Padahal ibu itu sudah puluhan tahun jadi Kristen. Lalu kujawab, “kedatangan Yesus kembali kedunia ini bukanlah ajaran manusia atau para pendeta”,  seraya kutunjukkan banyak kutipan dan ayat yang menggambarkan betapa thema ini sangat sentral.  “Yesuslah sendiri yang mengatakannya dan malaikat-malaikat juga bersaksi ketika Yesus naik kembali ke sorga setelah menyelesaikan misiNya di dunia ini”. Demikian aku berusaha menerangkan. Akhirnya iman dan pengharapannya bertumbuh. Ia merasakan kebahagian. Hidupnya jadi tambah semangat, walau kekuatan tubuhnya makin lemah.
Yohanes  murid kekasih, telah menuliskan dalam kitab Wahyu pasal 19:4,6-10, bahwa akan tiba bilamana sekumpulan orang yang tidak terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan segala zaman duduk bersama dalam jamuan pernikahan Anak Domba, yaitu Yesus Kristus. Suatu pesta sekaligus  pertemuan besar yang telah sangat lama dinanti-nantikan segenap penghuni alam semesta. 
Sebelum pesta itu, kejadian yang mendahului adalah Yesus datang di awan-awan. Tetapi kedatangan Yesus yang kedua kali ini tidaklah secara diam-diam. Kalau pada kedatangan pertama hanya beberapa yang tahu, karena memang mereka memberi perhatian dan menanti  janji kedatangan Mesias, dimana selain Yusuf dan Maria ada gembala-gembala domba serta orang-orang majus dari timur. Kedatangan kali ini benar-benar berbeda. Matius mencatat kata-kataNya dalam kitabnya pasal 24:30, bahwa Ia datang dengan segala kemuliaan sorga, diiringi oleh semua malaikat sorga dan disertai dengan bunyi sangkala. Yohanes yang kekasih mencatat dalam kitab Wahyu pasal 1:7, bahwa semua mata akan memandang. Jadi adalah tidak benar kalau ada yang berkata Yesus telah datang di suatu tempat tertentu.
Sesungguhnya hari itu adalah hari yang sangat kontradiksi bagi dua golongan. Golongan pertama adalah orang-orang yang senantiasa bergumul dengan imannya, menanti dan berharap. Nubuatan mencatat bahwa mereka diejek, difitnah, didera bahkan ada yang dibunuh karena mempertahankan keyakinannya hanya semata-mata kepada Kristus. Bagi mereka hari ini adalah hari kesuakaan, hari yang dinanti-nantikan. Menunggu ucapan merdu dari Kristus, “masuklah hai hambaku yang setiawan”. Sementara bagi mereka-mereka yang selama hidup melecehkan pekabaran tentang Yesus dan kedatantanNya, mereka yang cuek, mereka yang secara sadar menolak bahkan mungkin ikut mengejek, wahyu 6:16, mencatat bahwa mereka akan meratap dan menyesali tapi tiada guna. 
                Anak-anak Tuhan akan dibawa untuk masuk kepada kemuliaan Allah, ikut dalam jamuan Anak Domba. Mereka bertemu dengan makhluk-makhluk sorga yang tidak pernah jatuh dalam dosa. Mereka akan saling bercerita tentang pengalaman masing-masing. Inilah pengharapan terbesar alam semesta. Inilah sebuah kebenaran abadi dari kekekalan sampai kekekalan.

No comments:

Post a Comment